Translate

Rabu, 26 Januari 2011

Jumat, 21 Januari 2011

Kisah Sekuntum Bunga



ini kisah sekuntum bunga
yang mekar berseri dibasuh sang hujan
semerbak wangi hamburkan keindahan
alirkan dimensi kesejukan sejati

ini kisah sekuntum bunga
yang mekar di atas kematian
tumbuh sendiri pada inang yang lapuk
diantara rimbun belantara ilalang

ini kisah sekuntum bunga
bermahkotakan kuning keemasan
walau mekar hanya sendiri
tetap tegar bersemi tebarkan keindahan

Selasa, 11 Januari 2011

"MELATI PUTH"



ada setangkai bunga
yang daunnya hijau
semerbak mewangi
terputih dari yang putih

ini kisah sekuntum bunga
kecil indah mewangi
berduri sekitar tubuhnya
sebagai pelindung diri

" SECANGKIR KOPI MALAM "




senja tergantikan malam
semakin larut semakin sepi
hanya kepulan asap rokok
tergambar di dinding kelam
menari bagaikan guratan resah yang terpatri


PADA SEBUAH AKHIR

 





telah lama rasa ini ada
sebuah kebosanan sejati
bertemankan ketakmampuan semu
ketika penat penuhi hati
dalam resah yang baluri kalbu

telah lama rasa ini datang
tapi tak pernah ku pedulikan 
karena ku berharap kebahagian
yang bertajuk ketentraman
tapi...
lacur...

kebosanan semakin memuncak
kejenuhan seakan meraja sesak
semakin ku tahan
semakin kuat melawan
dan...
pada akhirnya aku mengalah

rasa yang tak ku inginkan
telah menguasai seluruh nadi ku
sehingga ku terkapar pada waktu
menatap kosong layar-layar putih

pada dinding ini ku berkeluh
hujamkan semua perasaan
benamkan segala rindu sepih
ku kalungkan kenistaan hitam

maafkan aku duhai cakrawala
sementara ini ku takkan menyapa mu
karena ku kan pergi bersama Sang Sepi
menuju keheningan berselimut resah
diantara pelukan bidadari-bidadari pelangi

maafkan aku wahai kalam
ku hentikan karsa pada koma
karena ku tak sanggup tuk mencapai titik
ketika tangan-tangan ini lemah tak berdaya
pada sejuta narasi yang tak pernah selesai

kini...
ku kan pergi menuju awan kelam
bersembunyi bersama kesepian
yang bermahkotakan galau tak bernyawa
diantara taburan zambrud kejenuhan

pada sebuah akhir
sebuah cakrawala jiwa yang terkapar
bersama keresahan Sang Sepi

maaf.....